Keutamaan-keutamaan yang tidak dimiliki oleh waktu-waktu lainnya

Sebagaimana kita ketahui bersama di dalam ajaran Islam terdapat wktu-waktu tertentu yang memiliki keutamaan-keutamaan yang tidak dimiliki oleh waktu-waktu lainnya, seperti :

  • Pada bulan Ramadhan, terdapat 10 malam terakhir yang didalamnya ada satu malam, yaitu lailaul qadar yang mempunysi kadar ibadah 1000 bulan dibanding malam-malam lainnya. Allah berfirman :

” Sesungguhnya Kami telah menurunkannya(Al-Qura’an) pada malam kemuliaan, Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan”.(QS. Al-Qadar: 1-3)

  • 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, terutama pada tanggal 10 Dzulhijjah. Dalam suatu hadist disebutkan :

” Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shalallahu ‘alaihiwasallam bersabda: ” Tidak ada amal shaleh yang lebih utama darinya, kecuali sepuluh hari pertama di bulan Dzaulhijjah, Para sahabat berkata : “Wahai Rasulullah, (apakah melebihi keutamaan) jihad di jalan Allah? Beliau bersabda : ” (Ya, melebihi ) jihad di jalan Allah ) dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak ada yang kembali sedikitpun (darinya)”. (HR. Bukhari)

  • Hari Jum’at, yang merupakan sebaik-baik hari dalam seminggu. Di dalamnya banyak keutamaan yang jika seorang muslim mampu memanfaatkan dengan sebaik-baiknya, niscaya akan mendapatkan pahala yang sangat banyak. Di dalamnya  terdaat suatu waktu yang jika seorang muslim berdoa, niscaya Allah akan mengabulkannya, sebagaimana yang tersebut dalam hadits :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik hari yang padanya terbit matahari adalah hari jum’at, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu dia dimasukkan syurga, dan pada hari itu dia dikeluarkan darinya, dan tidaklah terjadi hari kiamat kecuali pada hari Jum’at”. (HR.Muslim)

  • Waktu Sahur, tepatnya pada spertiga terakhir malam hari. Rasulullah shalallahu ‘alaihi sallam  bersabda :

” Rab kami azza wa jalla turun setiap malam ke langit dunia pada waktu sepertiga malam terakhir, Maka Allah berfirman: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya akan Aku beri. Dan barangsiapa yang meminta ampun kepda-Ku, niscaya Aku ampuni”.(HR. Muslim)

Oleh karena itu, para ulama salaf sholih mengibaratkan sholat 5 waktu sebagai timbangan harian, hari Jum’at sebagai timbangan mingguan, bulan Ramadhan sebagai timbangan tahunan. sedangkan haji sebagai timbangan seumur hidup.

sumber : Buku DR. Ahmad Zain An Najah, MA.  Judul : Waktumu adalah Hidupmu. Hal. 39-43

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *